Masih heran tentang bagaimana caranya menggerakkan orang-orang terdekat untuk ikut merapat ke jalan yang bener. Ada yang ngga pernah shalat. Ada yang ngga pernah ngaji semenjak 5 tahun yang lalu. Ada yang kerikil sombongnya dibawa kemana-mana. Ada yang lupa gunanya sedekah. Ada yang kerjanya ngitungin rezeki tapi lupa bersyukur. Entah benar atau ngga memikirkan hal macem begini, tapi cukup mengganggu aja.
Saya juga ngga bersih-bersih amat, ada kok bolongnya. Biar malaikat yang mencatat, dan semoga Allah senantiasa mengampuni dan senantiasa menerima taubat.
Fabi ayyi ‘aalaa irabbikumaa tukadzdzibaan. Kalau ngga salah artinya, maka rahmat Tuhanmu yang manakah yang kamu ingkari.
Yang mana?
Huff.